Puisi | Syair Ibu

Kini telah terhimpun rindu mendalam
Sebab telah lama itu terpendam
Pada riak dan buih lautan
Entah berapa banyak kaki ini melangkah menjauh darinya
Sebab rentang jarak yang memisah

Aku kini kabur akan paras dan potret
Dalam benak imajinasiku
Karna tiada lagi detak dia disisi
Detak yang setia mengatur waktu
Agar sahaja berjalan pada jalur

Langkahku terus saja usang
Sebab debu-debu jalanan
Yang menghampiri lompat-lompat kecilku
Terasa kian jarak darinya

Disini makin dalam aku lusuh layu
Lubuk hati benar mendambakan syair malam
Dan petuah bermakna cahaya itu

Ibu, akan selalu ku tulis tentang mu
Dengan goresan pena emas

Ulee lheue, 20 Desember 2011

Tebarkan Cerita




Sameera ChathurangaPosted By Khairil Kasim

Selama yang kau titah benar! Jangan pernah ragu akan lidahmu. Pegang teguh ia seakan itu sebuah wadi di gurun pasir. Khairil saat ini masih menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi Fisip Unsyiah. Khairil dapat dihubungi melalui khairilanwar25[at]gmail[dot]com atau pin BB 74087095 atau instagram @khairilkasim contact me

Thank You